Menindak lanjuti Surat dari Kanwil Prop Jawa Timur, Nomor : Kw.15.4/5/PP.00.11/1304/2014 tanggal 14 April 2014 tentang Pendataan Emis (Educations Management Information System) PAIS Tahun Pelajaran 2013/2014 agar segera dikirim secara nasional melalui Bidang PAIS Kanwil Prop Jawa Timur.
Untuk itu dimohon kepada seluruh GPAI untuk mengisi Form Emis data exel : Form Guru PAIS Kab. Malang Semester Genap 2013-2014.xls, unduh dan isi sesuaikan petunjuk yang ada pada sheet PETUNJUK di file tersebut / atau petunjuk dibawah ini.
Pengiriman data melalui email : emispaiskabmalang@gmail.com atau ke paiskabmalang@gmail.com, paling akhir tanggal 30 April 2014.

Atas kerjasamanya, disampaikan terima kasih.

Catatan / Petunjuk :  data exel : Form Guru PAIS Kab. Malang Semester Genap 2013-2014.xls


PETUNJUK PENGISIAN INSTRUMEN GURU PAI DI SEKOLAH
 1. File ini terdiri dari 3 sheet :
-a.-Sheet "PETUNJUK" : berisi petunjuk pengisian instrumen data Guru PAI di Sekolah
-b.-Sheet "Guru PAIS" : berisi format pendataan Guru PAI di Sekolah yang harus diisi dan dilengkapi oleh setiap Guru PAIS
-c.-Sheet "Validasi Data" : berisi hasil validasi terhadap pengisian data pada sheet "Guru PAIS"
 2. -Setiap Guru PAI di Sekolah harus melengkapi data dengan menggunakan file instrumen ini.
 3. -Dilarang untuk membuat format data sendiri.
 4. -Pada saat melakukan input data, dimohon untuk melakukan pengetikan data ke dalam setiap cell data.
 5. -Tidak diperkenankan untuk melakukan fungsi "Copy" & "Paste" dari format data lain karena akan menghilangkan fungsi validasi data.
 6. -Jangan mengisi data pada baris data yang tidak memiliki format (border).
 7. -Jika jumlah baris data yang berformat dirasa kurang, copy-kan baris data berformat yang kosong (kolom A-AJ) sesuai dengan kebutuhan.
 8. -Petunjuk pengisian dapat dibaca pada comment di setiap kepala tabel atau pada cell yang akan diisi.
 9. -Untuk madrasah yang sama, NSM pada format data personal ini harus sama dengan NSM pada format data lembaga dan format data siswa.
 10. -Setelah melengkapi seluruh data pada sheet "Guru PAIS", periksa hasil validasinya pada sheet "Validasi Data".
-Jika pada sheet "Validasi Data" masih terdapat kolom yang datanya dianggap salah atau meragukan (kolom dengan keterangan "Data Kosong"
-atau "Cek Lagi" atau "Tidak Valid" atau "#Value!"), periksa kembali sheet "Guru PAIS" dan perbaiki data pada kolom tersebut sesuai petunjuk.
 11. -Setelah tidak ada data salah atau meragukan, simpan file ini ke dalam file Excel dengan ekstensi "xls". Jangan disimpan dalam format file "xlsx".
 12. -Kirimkan file data Guru PAIS yang sudah lengkap dan akurat ke Kankemenag Kab./Kota.
 13. -Daftar Kode-
---
- a. -Kode Jenjang Sekolah (Kolom C) :
-- Kode - Jenjang Sekolah
--1- PAUD
--2- TK
--3- SD
--4- SMP
--5- SMA
--6- SMK
---
- b. -Kode Status Sekolah (Kolom D) :
-- Kode - Status Sekolah
--1- Sekolah Negeri
--2- Sekolah Swasta
--3- Sekolah Luar Biasa (SLB)
---
- c. -Kode Jenis Kelamin (Kolom AS) :
-- Kode - Jenis Kelamin
--L- Laki-laki
--P- Perempuan
---
- d. -Kode Jenjang Pendidikan Terakhir (Kolom AU) :
-- Kode - Jenjang Pendidikan
--1- <= SLTP
--2- SLTA
--3- D1
--4- D2
--5- D3
--6- D4
--7- S1
--8- S2
--9- S3
---
- e. -Kode Kelompok Program Studi (Kolom AV) :
-- Kode - Kelompok Program Studi
--01- Pendidikan Agama Islam (PAI)
--02- Bahasa Indonesia
--03- Bahasa Inggris
--04- Bahasa Arab
--05- Bahasa Asing Lainnya (Bahasa Jepang, Mandarain, Korea, Jerman, Belanda, Perancis, Rusia, dll)
--06- Matematika/Statistika
--07- IPA (Fisika, Biologi, Kimia, Metereologi, Geofisika)
--08- Ilmu Sosial (Ekonomi, Akuntansi, Sosiologi, Antropologi, Tata Negara, Manajemen, Administrasi)
--09- Ilmu Komputer/Informatika/Teknologi Informasi
--10- Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
--11- Manajemen Pendidikan
--12- Hukum
--13- PGSD/PGMI
--14- PGTK
--15- Psikologi
--16- Lainnya
---
- f. -Kode Status Kepegawaian (Kolom AW) :
-- Kode - Status Kepegawaian
--1- PNS
--2- Non-PNS
---
- g. -Kode Golongan (Kolom AX) :
-- Kode - Golongan
-- 01 - kurang dari II/a
-- 02 - II/a
-- 03 - II/b
-- 04 - II/c
-- 05 - II/d
-- 06 - III/a
-- 07 - III/b
-- 08 - III/c
-- 09 - III/d
-- 10 - IV/a
-- 11 - IV/b
-- 12 - IV/c
-- 13 - IV/d
-- 14 - IV/e
---
- h. -Kode Instansi Yang Mengangkat (Kolom BB) :
-- Kode - Instansi
--1- Kementerian Agama
--2- Pemerintah Daerah
--3- Kementerian Lainnya
--4- Yayasan
--5- Satuan Pendidikan
--6- Lainnya
---
- i. -Kode Status Penugasan (Kolom BC) :
-- Kode - Status Penugasan
--1- Tetap
--2- Tidak Tetap
--3- Diperbantukan
--4- Dipekerjakan
---
- j. -Kode Tugas Tambahan (Kolom BE) :
-- Kode - Status Penugasan
--1- Kepala Sekolah
--2- Wakil Kepala Sekolah
--3- Wali Kelas
--4- Guru Mapel Umum
--5- Lainnya
---
- k. -Kode Status Kepesertaan (Kolom CD) :
-- Kode - Status Kepesertaan
--0- Belum pernah mengikuti program sertifikasi guru
--1- Sudah pernah mengikuti program sertifikasi guru
---
- l. -Kode Status Kelulusan (Kolom CE) :
-- Kode - Status Kelulusan
--1- Sudah Lulus
--2- Masih Proses
--3- Belum Lulus
---
- m. -Kode Mata Pelajaran (Kolom CG) :
-- Kode - Mata Pelajaran
--01- PAI
--02- Al Qur'an Hadist
--03- Aqidah Akhlak
--04- Fiqih
--05- Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
--06- Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
--07- Bahasa Indonesia
--08- Bahasa Arab
--09- Bahasa Inggris
--10- Bahasa Asing Lainnya
--11- Matematika
--12- IPA
--13- Fisika
--14- Biologi
--15- Kimia
--16- IPS
--17- Sejarah / Sejarah Nasional dan Umum
--18- Geografi
--19- Ekonomi / Akuntansi
--20- Sosiologi Antropologi
--21- Sosiologi
--22- Antropologi
--23- Tata Negara
--24- Seni Budaya dan Keterampilan / Kerajinan Tangan dan Kesenian
--25- Seni Budaya
--26- Keterampilan
--27- Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
--28- Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
--29- Muatan Lokal Umum
--30- Muatan Lokal Agama
--31- Bimbingan Konseling / Bimbingan Penyuluhan
--32- Guru Kelas
--33- Lainnya
Read more
Dalam upaya mencapai pendidikan agama Islam berkualitas, harus dimulai dengan guru pendidikan agama Islam (GPAI) yang berkualitas. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam tanpa memperhitungkan guru agama Islam secara nyata, hanya akan menghasilkan satu fatamorgana atau sesuatu yang semu dan tipuan belaka.
Guru pendidikan agama Islam (GPAI) merupakan unsur utama dalam keseluruhan proses pendidikan agama Islam. Tanpa guru, pendidikan hanya akan menjadi slogan muluk karena segala bentuk kebijakan dan program pada akhirnya akan ditentukan oleh kinerja pihak yang berada di garis terdepan yaitu guru.
Menurut Ki Hajar dewantara, seorang guru harus ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tutwuri Handayani berarti seorang guru yang baik disamping menjadi suri tauladan, tetapi juga harus mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral dari belakang agar orang-orang disekitarnya dapat merasa situasi yang baik dan bersahabat yang pada akhirnya akan terbentuk karakter pada anak.
Peran serta guru pendidikan agama Islam dalam kaitan dengan mutu pendidikan agama Islam,  sekurang-kurangnya dapat dilihat dari empat dimensi, yaitu :
1. guru pendidikan agama Islam sebagai pribadi,
2. guru pendidikan agama Islam sebagai unsur keluarga,
3. guru pendidikan agama Islam sebagai unsur pendidikan, dan
4. guru pendidikan agama Islam sebagai unsur masyarakat.
Peran guru pendidikan agama Islam dalam kaitan dengan mutu pendidikan harus dimulai dengan dirinya sendiri. Sebagai pribadi, GPAI merupakan perwujudan diri dengan seluruh keunikan karakteristik yang sesuai dengan posisinya sebagai pemangku profesi keguruan.
Kepribadian merupakan landasan utama bagi perwujudan diri sebagai GPAI yang efektif, baik dalam  melaksanakan tugas profesionalnya di lingkungan pendidikan dan di lingkungan kehidupan lainnya.
Hal ini mengandung makna bahwa GPAI harus mampu mewujudkan pribadi yang efektif untuk dapat melaksanakan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai guru.
Dalam kaitan dengan keluarga, GPAI merupakan unsur keluarga sebagai pengelola (suami atau isteri), sebagai anak, dan sebagai pendidik dalam keluarga. Hal ini mengandung makna bahwa guru sebagai unsur keluarga berperan untuk membangun keluarga yang kokoh sehingga menjadi fondasi bagi kinerjanya dalam melaksanakan fungsi GPAI sebagai unsur pendidikan.
Untuk mewujudkan kehidupan keluarga yang kokoh perlu ditopang antara lain oleh:
- landasan keagamaan yang kokoh,
- penyesuaian pernikahan yang sehat,
- suasana hubungan inter dan antar keluarga yang harmonis,
- kesejahteraan ekonomi yang memadai, dan
- pola-pola pendidikan keluarga yang efektif.
Dalam keseluruhan kegiatan pendidikan agama Islam di tingkat operasional, GPAI merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tingkat institusional, instruksional, dan eksperiensial..
Sejalan dengan tugas utamanya sebagai pendidik di sekolah, GPAI melakukan tugas-tugas kinerja
pendidikan dalam bimbingan, pengajaran, dan latihan. Semua kegiatan itu sangat terkait dengan upaya pengembangan para peserta didik melalui keteladanan, penciptaan lingkungan pendidikan yang
kondusif, membimbing, mengajar, dan melatih peserta didik.
Dengan perkembangan dan tuntutan yang berkembang dewasa ini, peran-peran guru mengalami perluasan yaitu sebagai: pelatih (coaches), konselor, manajer pembelajaran, partisipan, pemimpin, pembelajar, pengarang, dan contoh baik (suri tauladan).
Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara keseluruhan, GPAI merupakan unsur strategis sebagai anggota, agen, dan pendidik masyarakat. Sebagai anggota masyarakat, GPAI berperan sebagai teladan bagi bagi masyarakat di sekitarnya baik kehidupan pribadinya maupun kehidupan keluarganya. Sebagai agen masyarakat, GPAI berperan sebagai mediator (penengah) antara masyarakat dengan dunia pendidikan khususnya di sekolah. Dalam kaitan ini, GPAI akan membawa dan mengembangkan berbagai upaya pendidikan di sekolah ke dalam kehidupan di masyarakat, dan juga membawa kehidupan di masyarakat ke sekolah. Selanjutnya sebagai pendidik masyarakat, bersama unsur masyarakat lainnya, GPAI berperan mengembangkan berbagai upaya pendidikan yang dapat menunjang pencapaian hasil pendidikan yang bermutu.
Empat dimensi tersebut sesungguhnya pengembangan dari kompetensi yang telah digariskan oleh pemerintah dalam kebijakan pendidikan nasional yang telah merumuskan bahwa seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan social. Dalam konteks Guru  Pendidikan Agama Islam kompetensi yang ada di gali lebih dalam lagi sehingga melahirkan kompetensi tambahan yakni spiritual dan leadership.
Guru Pendidikan Agama Islam harus memiliki kedalaman spiritual hal ini karena pendidikan agama Islam menekankan aspek kecerdasan spiritual yang memiliki format pemeliharaan, pemanfaatan, dan
pengembangan fitrah kemanusian terlebih era globalisasi yang telah mengikis spiritualitas generasi
bangsa kita. Selain itu, guru pendidikan agama Islam harus memiliki kompetensi leadership. Kompetensi leadersip ini sangat penting dimiliki karena guru agama Islam dituntut untuk menunjukkan keterampilan kepemimpinannya, bukan hanya membantu siswa agar dapat mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya. Akan tetapi kemampuannya dalam memimpin juga sangat penting agar mampu melakukan komunikasi kepada seluruh stakeholders yang ada. Seorang guru agama Islam adalah pemimpin, baik bagi siswa, guru, maupun masyarakat.

Kompetensi Guru Pasca Sertifikasi
Sertifikasi pendidik yang telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir membuka peluang upaya peningkatan kesejahteraan guru. Pemberian tunjangan sertifikasi/profesi bagi pendidik juga diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan menjadikanya sebagai guru yang profesional.
Sudahkah tujuan tersebut tercapai? Benarkah Guru PAI yang sudah disertifikasi tadi sudah profesional?
Read more

Copyright © 2013, PAIS Kabupaten Malang Jawa Timur Allrights Reserved - ReDesigned by ariessoftware